Salam buat para orang tua yang bijak,
Mempunyai anak yang berprestasi akademik hebat tentunya membanggakan orang tua. Tapi jangan lupa, untuk membentuk anak generasi unggul, perlu dipahami oleh orang tua adanya kesinambungan antara faktor biologis (nature) dan juga faktor pengasuhan orang tua.
Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), ketua divisi tumbuh kembang anak dan remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo menuturkan kedua faktor itu memiliki peran yang sangat penting dan berkesinambungan. Dikatakn pria yang akrab disapa dr Wawan ini, dua faktor di atas menentukan keseimbangan antara faktor risiko (sumber kerentanan) dan faktor protektif (sumber ketahanan).
Misalnya, seorang anak yang pertumbuhan fisiknya normal akan memiliki gangguan jika mengalami berbagai permasalahan dan sebaliknya. Hal tersebut menandakan bahwa setiap anak memiliki risiko yang membuat kualitas jangka panjang tumbuh kembang buah hati sulit diramalkan hasil akhirnya.
"Kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang anak juga ditentukan oleh keseimbangan faktor risiko dan faktor protektif sejak usia janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun," kata dr Wawan dalam peluncuran Multiple Intelligence Play Plan Morinaga di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (19/11/2015)!
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007-2010-2013, di Indonesia 37 persen anak lahir dari ibu yang semasa hamil mengalami anemia dan 10 persen anak lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Selain itu, hanya 30 persen anak mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan. Hal tersebut dikatakan dr Wawan menjadi pemicu terjadinya anak kurang gizi, bertubuh pendek, tetapi di sisi lain anak yang mengalami kelebihan gizi juga bertambah.
"Melihat faktor risiko tersebut, faktor biologis dan faktor asuh orang tua dinilai penting sebagai perisai untuk melindungi masa depan anak Indonesia. Perisai pelindung yang dimaksud ini tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang paling menguatkan," kata dr Wawan.
Tiga sisi tersebut meliputi sisi pertama, yang terdiri dari struktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat. Sisi kedua yang terbentuk dari sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak. Kemudian, sisi ketiga yang terbentuk dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahapan usia.
"Dengar perisai tiga sisi tersebut, diharapkan anak Indonesia akan terlindungi dari faktor risiko dan akan mampu mempertahankan faktor protektifnya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ungkap dr Wawan.
Begitulah sedikit penjelasan yang saya dapat dari sumber detik.com.semoga bermanfaat buat anda semua.amin
rumahku surgaku
Translate
Kamis, 19 November 2015
Rabu, 18 November 2015
Efek sering membentak anak
Apa kabar para orang tua bijak semua.kali ini saya ingin shering mengenai bagaimana efek sering membentak anak bagi perkembangan otaknya.
selaku orang tua kita pasti pernah mengalami dimana kita kesal terhadap anak kita,entah karena kenakalannya,atau karena ketidakpatuhannya kepada orang tua.tapi jangan sekali kali membentak anak dikarenakan hal tersebut,pasti anda bertanya tanya kenapa kita tidak di perbolehkan membentak anak di saat ia nakal,karena menurut penitian yang di adakan di universitas kesehatan di inggris menyatakan bahwa di dalam otak anak terbentuk dari sel hormonal dan aliran listrik.tidak percaya,yuk kita buktikan.di dalam otak anak ada aliran listrik yang dinamakan dengan neutron,aliran tersebut berfungsi untuk mengalirkan segala informasi yang ada di otak ke seluruh tubuh.nah di saat kita sering membentak anak,maka neutron tersebut akan melambat dan mempercepat kematian sel tersebut.
Jika sel sel tersebut mati maka yang akan terjadi adalah anak menjadi mudah takut,susah fokus,dan memori dalam otak nya susah untuk menyimpan segala informasi yang mana informasi tersebut di butuhkan untuk dirinya di karenakan melemah nya memori otak anak.
Nah demikian informasi yang bisa saya sampaikan semoga dengan informasi ini kita dapat menjadi orang tua yang lebih bijak dalam mendidik anak.karena bagaimana pun anak adalah titipan Alloh kepada kita yang harus di jaga agar anak anak kita bisa menjadi manusia yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang banyak.amin
selaku orang tua kita pasti pernah mengalami dimana kita kesal terhadap anak kita,entah karena kenakalannya,atau karena ketidakpatuhannya kepada orang tua.tapi jangan sekali kali membentak anak dikarenakan hal tersebut,pasti anda bertanya tanya kenapa kita tidak di perbolehkan membentak anak di saat ia nakal,karena menurut penitian yang di adakan di universitas kesehatan di inggris menyatakan bahwa di dalam otak anak terbentuk dari sel hormonal dan aliran listrik.tidak percaya,yuk kita buktikan.di dalam otak anak ada aliran listrik yang dinamakan dengan neutron,aliran tersebut berfungsi untuk mengalirkan segala informasi yang ada di otak ke seluruh tubuh.nah di saat kita sering membentak anak,maka neutron tersebut akan melambat dan mempercepat kematian sel tersebut.
Jika sel sel tersebut mati maka yang akan terjadi adalah anak menjadi mudah takut,susah fokus,dan memori dalam otak nya susah untuk menyimpan segala informasi yang mana informasi tersebut di butuhkan untuk dirinya di karenakan melemah nya memori otak anak.
Nah demikian informasi yang bisa saya sampaikan semoga dengan informasi ini kita dapat menjadi orang tua yang lebih bijak dalam mendidik anak.karena bagaimana pun anak adalah titipan Alloh kepada kita yang harus di jaga agar anak anak kita bisa menjadi manusia yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang banyak.amin
Langganan:
Komentar (Atom)

